Kamis, 22 Desember 2011

LAPORAN KULIAH LAPANG ALSINTAN AGROTEKNOLOGI 2010 KELAS A-D

HASIL DAN PEMBAHASAN
a) Hasil
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Pengeringan Kacang Tanah
No Jenis bahan Berat awal Jam Kadar air
1


Kacang tanah


1 kg 1 30,4
2 2 27,1
3 3 28,7
4 4 28,0
5 5 29,6
6 6 26,9
7 7 28,5
8 8 23,3
9 9 13,3
Sumber: laporan sementara
Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Pengeringan padi benih
No Jenis bahan Berat awal Jam Kadar air
1


Padi/gabah


2 kg 1 22,3
2 2 16,9
3 3 15,8
4 4 12,5
5 5 10,3
6 6 L
Sumber: laporan sementara
Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Pengeringan jagung benih
No Jenis bahan Berat awal Jam Kadar air
1

Jagung


2 kg 1 17,3
2 2 16,9
3 3 14,4
4 4 18,3
5 5 11,9


6 7 L

Sumber: laporan sementara
Format pembahasan lihat kelas AGT A. Dikumpul semua acara selasa jam set 8. Di coass guna itp (085

Selasa, 01 Februari 2011

(Proses Pembuatan Bir atau Minuman Keras)

Prinsip yang digunakan sama seperti pembuatan minuman keras buatan lokal Indonesia, atau seperti pembuatan tape ketan, yaitu dengan memanfaatkan proses fermentasi.

pembuatan alkohol

* Fermentasi AInteraksi Saccharomyces dengan factor lingkunganPada kondisi di alam, pengaruh factor-faktor lingkungan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, tetapi berpengaruh secara simultan saling mempengaruhi. Interaksi ini berlangsung secara dinamis dan berubah berdasar tempat dan waktu. Interaksi antara suhu, aktivitas air, pH, garam, gula, dan adanya bahan pengawet sering dipelajari dalam upaya menghambat pertumbuhan khamir pada makanan atau digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan khamir dalam produksi alcohol. Kombinasi dua factor sering digunakan dalam penelitian-penelitian. Namun demikian, jika beberapa factor penghambat terlibat di dalamnya maka evalusi dua factor ini menjadi sulit.alkohol
Produk beralkohol sangatlah beragam mulai dari pangan hingga energi. Produk pangan yang paling lama dikenal adalah wine dan bir. Mikroorganisme yang terlibat terutama adalah khamir dari genus Saccharomyces sp. Saccharomyces yang paling banyak digunakan adalah S. cerevisiae dan S. carlbergensis. Khamir ini akan mengubah gula pada substrat menjadi alkohol pada kondisi aerob. Jika khamir ini ditumbuhkan pada suasan aerob maka akan dihasilkan sel lebih banyak daripada metabolitnya dan ini dimanfaatkan untuk produksi ragi roti.

PENGARUH BAKER YEAST TERHADAP PEMBUATAN ETHANOL DARI BUAH NANGKA SORTIRAN

Buah nangka kaya akan vitamin A yang baik bagi kesehatan mata dan kalium untuk menangkal
hipertensi. Buah yang manis dan harum ini juga punya nilai ekonomi yang tinggi Hampir
semua bagian nangka dapat dimanfaatkan dalam tatanan kehidupan manusia.

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA
Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :
1) Cara alami
2) Cara biologis
3) Cara kimiawi
1) PENGAWETAN SECARA ALAMI

PEMANFAATAN BONGGOL PISANG RAJA SERE (Musa paradisiaca) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN CUKA 1


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

ANGGUR BUAH

1. PENDAHULUAN
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang
dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk
mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun
pepaya jantan.

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA

Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :
1) Cara alami
2) Cara biologis
3) Cara kimiawi

PENGARUH JENIS VITAMIN B DAN SUMBER NITROGEN DALAM PENINGKATAN KANDUNGAN PROTEIN KULIT UBI KAYU MELALUI PROSES FERMENTASI

Abstrak

Kamis, 13 Januari 2011

BIOLOGI

Keaneka Ragaman Mahkluk Hidup

1. Klasifikasi caranya dibagi 3 :
1.Alamiah didasarkan atas pengelompokan yang dilakukan oleh alam / habitat ,
tumbuhan biji , perdu , semak , ( kecoa - burung merpati , ubur - hiu dll )
2. Buatan / Artifisial dibuat oleh manusia ( kecoa, belalang dalam kelompok insekta dll Jadi klasifikasi Buatan mendasarkan ke cirri tubuh: anatomi , reproduksi , fisiologis , cara reproduksi dll, sehingga menyederhanakan obyek studi .
3. Phillogenik ) : hubungan evolusi mis kera dan manusia

Mikroenkapsulasi Oleoresin Daun Sirih (Piper Betlel) Untuk Produksi Bandeng (Chanos-Chanos Fosk) Tinggi Lisin Pada Proses Pengasapan Cair

Penggunaan bahan sintesis dalam proses pengolahan pangan telah banyak menimbulkan kekhawatiran akan efek sampingnya

MIKROENKAPSULASI ANTOSIANIN SEBAGAI PEWARNA MAKANAN ALAMI SUMBER ANTIOKSIDAN BERBASIS LIMBAH KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropika unggulan nasional Indonesia dan menjadi primadona penghasil devisa negara. Produksi manggis tahun 2007 mencapai 112.722 ton. Namun, mutu buah manggis yang dihasilkan sebagian besar masih rendah, sehingga hanya sebagian kecil saja yang dapat bersaing di pasar internasional. Data tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya sekitar 5.697 ton dari jumlah total produksi sekitar 72.634 ton yang dapat diekspor.

MIKROENKAPSULASI PAPAIN UNTUK SEDIAAN ORAL MENGGUNAKAN TEKNIK PAUTAN SILANG ALGINAT DENGAN KALSIUM KLORIDA SEBAGAI CROSS-LINKER

Up to now, the delivery system of protein therapeutic is via parenteral route due to the poor characteristic of this molecule like poor chemical and physical stability. Its instability in the GI environment lead to the difficulty of oral administration of protein therapeutic.

Mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk produk suplemen dan fortifikan pangan Lebih lanjut tentang: Mikroenkapsulasi Minyak Makan Merah

Minyak kelapa sawit merupakan sumber beta-karoten dan vitamin E yang tinggi. Diversifikasi minyak sawit menjadi suplemen makanan yang memanfaatkan kandungan gizi minor yang tinggi ini merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan nilai tambahnya sekaligus penyediaan gizi minor bagi masyarakat dengan mengandalkan produk lokal. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian pengembangan teknologi proses mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen (farmasetikal atau nutrasetikal) dan fortifikan produk pangan sumber provitamin A dan vitamin E.

MIKROENKAPSULASI MINYAK KAYA ASAM ARAKHIDONAT DARI JAMUR Oleogenous Mortierella sp.

Asam Arakhidonat (AA) merupakan asam lemak tidak jenuh (PUFA, polyunsaturated fatty acid) C-20 yang sangat penting. Jamur Mortierella sp. merupakan jamur penghasil AA yang tinggi. Permasalahannya minyak kaya PUFA sangat mudah mengalami kerusakan karena proses autooksidasi sehingga kadar PUFA akan berkurang selain juga terjadi pembentukan off flavor. Mikroenkapsulasi merupakan teknologi pembalutan padatan, atau cairan dalam bentuk kapsul yang kecil. Sehingga dengan teknologi ini dapat dilindungi kualitas minyak tersebut selama penyimpanan.

Mikroenkapsulasi Oleoresin Daun Sirih (Piper betle L) untuk Produksi Bandeng (Chanos-chanos forsk) Tinggi Lisin pada Proses Pengasapan Cair

 Pengawet alami yang aman dikonsumsi  untuk mempertahankan nilai gizi dan sifat sensorik pangan sangat diperlukan untuk produk ikan dan olahannya. Asap cair mengandung senyawa phenol, beberapa asam organic, aldehid yang dapat berfungsi sebagai anti mikroba, jika dipadu dengan oleoresin sirih akan saling memberikan sinergi dalam proses pengawetan, oleoresin sirih mengandung betlefenol yang  bersifat anti bakteri dan antioksidan.

PENGEMASAN


1.  Dibawah ini yang termasuk jenis kemasan modern ialah….....................
a.              Aseptik, modifikasi atmosfer dan tetra pak
b.             Aseptik, kertas, dan kaleng
c.              Tetra pak, kaleng dan botol
d.             Modifikasi atmosfir, tetra pak dan kardus
e.              Alumunium foil, tetra pak, dan kaca

SOAL MATEMATIK


Lingkarilah jawaban yang saudara anggap benar
1.  Pada proses pengeringan produk ,  laju pengeringan dipengaruhi oleh suhu, RH, kecepatan volumetrik udara pengering, kadar air produk, karateristik produk. Laju pengeringan, termasuk variable:  a.kualitatif      b. dependent     c. diskrit      d. konstanta     e. Continous

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET Jl. Ir. Sutami 36 A Telp-Fax : 637457 Kentingan Surakarta


A Lingkarilah jawaban yang saudara anggap benar
1.    Salah satu proses pengolahan hasil pertanian yang berupa penipisan ukuran bahan adalah…..
a. Milling  b. Grinding   c. Slicing.  d. ekstrakting    e.  sortasing

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET Jl. Ir. Sutami 36 A Telp-Fax : 637457 Kentingan Surakarta Soal Ujian Periode Agustus 2010 – April 2011


1.      Dalam alat dan mesin THP kita mengenal dengan system pengeringan, apa manfaat pengeringan dalam THP, kecuali
  1. Memperkeras produk                          d. mengurangi bobot
  2. Produk lebih inert                               e. mempercepat aktivitas enzim
  3. Mengurangi volume produk