Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2011

KESABARAN

" Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam berkelahi, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai emosinya tatkala marah " (Muttafaqun Alaih)

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang diridhoi Allah SWT, ada banyak hal yang kadang sangat-sangat sepele tetapi karena sikapi dengan sangat reaktif dan emosional, tiba-tiba hal yang sepele itu menjadi sebuah masalah yang besar dan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang bijak

DAMPAK PENGORBANAN

“ Keberhasilan biasanya lahir dari pengorbanan besar dan tidak pernah berasal dari hasil keegoisan.”

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, semakin banyak dan semakin berat tugas dan tanggung jawab kita itu berarti Allah memberi kita peluang untuk menjadi manusia unggul dihadapan manusia dan bernilai disisi Allah SWT, ketika setiap tugas dan tanggung jawab tersebut tidak melupakan factor ‘ Sistem Allah Yang Harus Ditegakkan ‘ dan ‘ Memuliakan Islam dan kaum Muslimin ‘, dimanapun kita berada dan apapun profesi kita. Untuk itu dibutuhkan sebuah proses yang membutuhkan ekstra kesabaran karena tidak sedikit yang harus rela kita korbankan, waktu kita, harta kita, keluarga kita hingga jiwa kitapun harus terlepas.

SERBA GRATIS ITU TAK MENDIDIK

‘ Barang siapa yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayarkan kepadanya suatu saat akan menerima lebih dari apa yang ia kerjakan.”

Ada sebuah cerita tentang seorang raja yang suatu hari memanggil penasihatnya. Raja itu meminta kepada sang penasihat untuk menuliskan kebijakan-kebijakan pada zaman itu agar bias dibaca oleh generasi mendatang.

KORBANKAN YANG TERBAIK UNTUK GENERASI KITA

" Sedikit Cukup, Banyakpun Takkan Tersisa " kalimat tersebut adalah statmen dalam kehidupan para Yatim dan Dhu’afa dalam hal masalah makanan. Jika persediaan Logitik mulai menipis tak ada istilah tidak cukup seberapapun keberadaan makanan dan sebanyak apapun orang yang akan makan, karena ternyata memang bukan banyaknya makanan yang membuat kita kenyang dan sehat tetapi KEBERKAHAN dan KEBERSAMAAN itulah yang membuat hidup menjadi serba cukup.

Namun jika persediaan logistik melimpah itu tidak akan membuat makanan tersebut tersisa dan mubadzir, karena masih ada banyak orang yang susah menemukan sesuap nasi, maka itu kita harus BERBAGI karena DENGAN BERBAGI TAK AKAN ADA SEBUTIR MAKANANPUN YANG TERSISA DAN MUBADZIR DAN TAKKAN ADA SEPERSENPUN HARTA KITA YANG TAK ABADI.


TIME IS LIFE = WAKTU ADALAH NYAWA

“ Demi Waktu, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran “ ( Q.S.Al-Ashr ).

HIDUP SERBA TERBATAS, TETAP BAHAGIA

Pernahkah kita sesekali memperhatikan bagaimana pola makan dan menu makan para Yatim dan Dhu’afa di sekitar kita atau di Panti-Panti atau Pesantren yang menampung para Yatim dan Dhu’afa ? atau sesekali menanyakan isi kantongnya ?

MEMBELI CINTA

Aisyah r.a berkata bahwa beliau pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda," Apabila harta kekayaan tidak terdapat sedekah sama sekali, maka ia akan membinasakannya".

Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, terfikirkah oleh kita bahwa segala harta kekayaan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit hingga kemudian membukit, demikian juga segala jabatan dan kekuasaan yang dalam genggaman kita saat ini dan esok, akan musnah dalam sekejab diluar prediksi kita, sebabnya kelihatannya sepele KARENA KITA LUPA SEDEKAH.

“ APA YANG DI SISIMU AKAN LENYAP, DAN APA YANG ADA DI SISI ALLAH ADALAH KEKAL.

Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “. ( An-Nahl : 96 )

KESOMBONGAN

betapa seringkali kita mengagung-agungkan dan memuji-muji potensi orang lain, orang-orang sukses diluar diri dan keluarga kita, padahal mereka sama seperti diri dan keluarga kita yang sama-sama memiliki potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita, namun kadang kita lupa untuk memupuk dan menumbuhkan potensi itu..

HAKEKAT IKHLASH

Ikhlas. Inilah kata yang mudah sekali diucapkan -saya rela kok, saya ikhlas  kok- tetapi tidaklah semudah dalam aplikasi perbuatan kita sehari-hari. Karena ikhlas adalah amalan hati. Karena ikhlas tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Kita hanya dapat melihat dari tanda-tandanya. Itupun tidak pasti. Inilah (mungkin) sebagian makna dari keikhlasa.

MAKAN KETIKA LAPAR, BERHENTI SEBELUM KENYANG

’Tiada tempat yang lebih buruk, yang dipenuhi anak Adam daripada perutnya, cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat menyambung hidupnya, jika hal itu tidak bisa dihindari maka masing-masing sepertiga bagian untuk makanannya, minumnya dan nafasnya.” (HR: Ahmad, An-Nasaa’i, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi )

KUNCI SORGA

sesungguhnya kemelaratan, kelaparan, dan segala macam bentuk kesulitan dan ujian lainnya tidaklah punya arti apa-apa dibandingkan ketika kita sukses meraih KUNCI SORGA lalu kita melangkah menuju PINTUNYA dan……. cekreeeck, terbukalah Pintu segala kenikmatan yang abadi selamanya.

KETIKA OTORITAS ALLAH DIAMBIL ALIH

Pelajaran apakah yang dapat kita ambil bersama di Lapangan Bukit Jalil Malaysia kemarin ?

Sahabat, ketika dua buah kekuatan bertemu untuk bertarung memperjuangkan sebuah kemenangan maka siapakah yang akan tampil sebagai pemenang ? maka kelompok yang memungkinkan mendapatkan kemenangan menurut analisis manusiawi adalah :
- Yang paling banyak ikhtiar/usahanya
- Yang paling banyak pengalaman menangnya
- Yang lebih banyak daya dukung sarananya
- Yang lebih prospektif motivasinya
- Dan lain-lain yang serba lebih

LIPATGANDAKAN HIKMAH & BAROKAH DENGAN MENGULANG

ada satu hal yang cukup menarik tentang cara Allah SWT mendidik kita semua, yaitu dengan cara MENGULANG KATA-KATANYA atau PERINTAHNYA, tidak sedikit kalimat dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang diulang-ulang, demikian juga  perintah seperti Syahadat, Sholat, Puasa, Sedekah, Thawaf dan lain-lain, mengapa sih semua itu gak sekali saja seumur hidup, sholat lagi sholat lagi, puasa lagi puasa lagi, ngaji lagi ngaji lagi, sedekah lagi sedekah lagi, caapek deh ?

Coba Bagaimana kalau Matahari terbit sekali saja, besok besok gak mau terbit lagi, Bumi, Bulan dan Planet yang lain juga ngambek Cuma sekali saja berputar dan gak mau berputar lagi, atau bagaimana kalau kita sekolah atau kuliah masuk sekali saja beso-besoknya gak usah masuk lagi, atau kalau kita sudah kerja masuk kantornya sekali saja besok-besoknya gak usah masuk kantor lagi.he he he….

Pertama kali kita Sholat, ya sholat saja gak perlu nunggu kita bisa Shlat Khusyu', terus kita lakukakan berulang-ulang, tapi " lho kok gini-gini aja gak berasa apa-apa ?", akhirnya kita kan mikir, kita analisis gerakannya, kita dalami bacaan dan do'anya lalu kita lakukan sepenuh hati dan perasaan barulah kita tahu nikmatnya sholat sebagai sarana komunikasi dan konsultasi kepada Yang Maha Segala-galanya. Akhirnya Sholat tidak lagi jadi Beban kewajiban tetapi memang kita butuh Sholat.

Pertama kali kita sedekah, ya sedekah saja, karena orang-orang pada sedekah masukin uang ke kotak amal, memberi makan anak Yatim, membangun masjid, ya ikutan juga sedekah begitu saja gak nunggu kita kaya dan gak nunggu diminta-minta, gak nunggu kita ikhlas, wis pokoknya sedekah saja begitu,  karena seringnya kita bersedekah maka kita mulai menganalisis, lho ternyata berapapun kita keluarkan harta kita untuk sedekah tidak menjadikan kita miskin, cukup-cukup saja kebutuhan hidup ini, bahkan ternyata banyak orang menjadi kaya raya dengan menggunakan SEDEKAH SEBAGAI SEBAB menjadi berkelimpahan rezekinya mereka, cepat mendapatkan jodoh, memudahkan dapat keturunan, memelihara kesehatan , memanjangkan umur dan menolak bala, karena mereka sangat yakin banget dengan Pesan-pesan Nabi sebagai berikut :

" Belilah kesulitanmu dengan Sedekah ".
" Obatilah penyakitmu dengan Sedekah "
" Perbanyak sedekah karena sedekah itu dapat memanjangkan umur "
" Bersegeralah bersedekah sebab musibah itu tidak pernah mendahului sedekah "

Khalifah Ali bin Abi Thalib juga menasehati " Pancinglah Rezekimu dengan Sedekah "

Sahabat, pesan kali ini mengajak kita semua ketika ada luang waktu, cobalah membaca kembali pesan dan kisah-kisah yang pernah kami kirimkan, lalu silahkan Anda tulis beberapa hikmah yang bisa Anda ambil, kemudian gak usah pikir panjang segera laksanakan.

AGAR CITA CITA KITA TERWUJUD

Hanya menyesali dan menyalahkan Sistem yang eksis saat ini bukanlah sikap yang bijak, kalau boleh kita analogikan di setiap Negara ada sebuah pohon Raksasa yang sangat-sagat rindang dan sejuk tetapi sayang buahnya pahit rasanya walau pahit mereka semua memakannya, hampir seluruh penduduk di negeri ini bernaung di bawah pohon itu dan ikut menjaga, merawat dan memperjuangkan agar jangan sampai pohon itu tumbang, untuk merawat pohon tersebut diperlukan pupuk spesial yang sangat mahal harus diimpor dari Luar negeri dengan cara berhutang.

KETIKA KERTAS PUTIH ITU SALAH GORES

Menjelang istirahat di sebuah kursus pelatiahan, sang Motivator mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. " Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda ? ", tanyanya., lalu Motivator itu menunjuk salah seorang wanita cantik bernama Nisa.

Nisa diminta maju menuliskan 20 nama orang yang paling berharga dalam kehidupannya. Nisapun kemudian menuliskan 20 nama di papan tulis, ada nama tetangga, teman belajar, saudara, orang tua dan orang-orang tercinta lainnya.

Kemudian sang motivator meminta mencoret satu nama yang dianggap kurang penting, nisa mencoret nama tetangganya, lalu motivator itu menyilahkan mencoret satu nama lagi yang kurang penting, sekarang Nisa mencoret nama teman belajarnya.

Begitu seterusnya sampai pada akhirnya di papan tulis tersisa 5 nama yaitu Ayahnya, Ibunya, kakeknya, neneknya dan nama suaminya. Suasana kelas mendadak sunyi, semua peserta pelatihan memusatkan perhatian kepada sang Motivator, menebak-nebak intruksi selanjutnya dari sang motivator itu. Di tengah keheningan sang motivator berkata " coret dua nama lagi ! ", dengan tangan gemetar Nisa dan gelisah diangkatnya spidol kemudian mencoret nama Ayah dan Ibunya.

Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas demikian juga Nisa yang mengeluarkan buliran air mata membasahi pipinya seolah mengingat sesuatu yang cukup menyakitkan, kemudian dia coret juga nama kakek neneknya dan hanya tertinggal nama suaminya, lalu dia bergegas kembali ke tempat duduk karena tidak mampu menahan tangis.

Setelah suasana sedikit tenang, sang motivator itu lalu bertanya : " orang yang berharga dalam hidup Anda bukan kedua orang tua Anda ? orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda, kakek nenek yang mengasihi dan menyayangi Anda, sedangkan suami masih bisa dicari lagi apalagi Anda masih cukup muda. Mengapa Anda memilh sosok suami sebagai orang yang paling berharga ? boleh Anda maju lagi menjelaskannya ! ".

Semua mata tertuju kepada Nisa, wanita cantik yang sekarang berada di depan kelas, sambil terisak Nisa bercerita : " semenjak aku kecil sampai aku dewasa tidak pernah aku rasakan ciuman cinta dari papa dan mamaku, yang aku terima dari mama hanyalah cacian dan kata-kata yang menyakitkan, kamu bego, kamu bodoh, tolol dan lain-lain, dan ketika aku masih usia SD sebuah putung rokok papa mendarat di pahaku serta kekerasan fisik lain yang susah aku lupakan sampai sekarang, bersyukur aku punya kakek nenek yang sangat menyayangiku sebagai tumpuhan segala penderitaanku, namun sayang kakek meninggal sejak aku masih kecil sedangkan nenek tinggal cukup jauh dari rumahku ", mendadak suasana kelas semakin gaduh dengan isak tangis demikian juga air mata Nisa yang semakin deras berjatuhan.

Setelah suasana tangis di kelas mereda, sang motivator kembali bertanya : " lalu ada apa dengan suami Anda begitu berharga dalam hidup Anda ? ", Nisa tiba-tiba tersenyum, : " ketika hidupku diambang jurang kehancuran dan nista, dia hadir memenuhi relung-relung jiwaku yang sudah sekian lama hampa, dia membimbingku dan menunjukkan jalan yang lurus, dia membangkitkan semangat belajarku yang telah punah dan mengantarku meraih gelar sarjana, dia memotivasi aku dan memberikan kepadaku Visi Hidup menuju sukses di masa depan, Aku bersyukur bertemu dengan suami yang sangat perhatian dan selalu memahami problematikan hidupku, sehingga aku tidak lagi mendendam dengan kedua orang tuaku ".

Thank You Allah,

I Love You my husband forever

Mama, Papa, I am Sorry if I must far your life.

for You All, I am not as your thoughts